happy Halloween

Recent Posts

Mari satukan Langkah Kita
English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Wuku Landep


Pawukon ke-2
Wuku Landep

Wuku Landep mengambil nama dari isteri prabu Watugunung yang tidak memberikan keturunan.


Dewi Landep (kiri) menghadap Batara Mahadewa
yang sedang mencelupkan kakinya di bokor air.
Ada gambar rumah gedong dan burung atat kembang
yang hinggap di pohon gendayakan

(karya herjaka HS, Agustus 1997)

Ciri-ciri wuku Landep adalah sebagai berikut :

  • Dewa yang menaungi wuku Landep adalah Batara Mahadewa. Ia senang di tempat yang sepi dan tenang, untuk mengolah batin.

  • Kelebihannya adalah tajam daya ingatannya, mampu menangani segala jenis pekerjaan, serta menjadi tempat bertanya atau belajar.

  • Kayunya adalah kayu Gendayakan, yang mempunyai daya penyembuh, sehingga menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang sakit dan sengsara hidupnya.

  • Burungnya adalah burung Atatkembang yang menjadi kelangenan (kesukaan) wong agung (orang besar). Artinya, orang yang mempunyai wuku Landep umumnya rupawan, hatinya terbuka, dan disenangi orang banyak, termasuk pejabat atau atasan.

  • Lambang wuku Landep adalah ‘sinar matahari’, menerangi hati yang gelap.

  • Kaki Mahadewa yang dicelupkan ke dalam bokor air melambangkan bahwa wataknya adem, tidak mudah emosi.

Namun sayang, ada pamrih di balik perbuatan baik tersebut.
Rumah gedhong yang terletak di depan, memberi tanda bahwa orang yang berwuku-Landep termasuk orang yang suka pamer.

Datangnya bahaya : tertimpa kayu atau bangunan roboh
Hari naas : Rebo Pahing, agar waspada, dan jika berpergian perlu ekstra hati-hati.
Hari baik : Minggu Wage, untuk dapat dipergunakan pada setiap keperluan penting.

Untuk mencegah agar terhindar dari celaka dan kemalangan, perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat tumpeng, dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (dengan kukusan). Banyaknya beras yang di-dang adalah sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya adalah daging menjangan dimasak kolak, digecok (dicacah/dipotong) dan dibakar.

Selain itu, selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh pergi dari rumah ke arah barat, karena tempat sengkala (bahaya) terletak di barat.

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Total Pageviews

Cari Blog Ini

pesan admin

butir butir waktu tidak bisa di hentikan, tahun tahun berlaku entah kita menginginkanya atau tidak... tapi kita bisa mengingat. apa yang telah hilang mungkin masih hidup dalam kenangan, apa yang kita dengar tidak sesempurna dan sepotong potong, tapi hargailah. mari kita bukalah kenangan yang telah terlupakan itu. yang tersembunyi dalam kabut mimpi yang berada di belakang kita...!!!

Author

Foto Saya
MysteRIO bizarre
Lihat profil lengkapku

    Recent Post

    .-.
    -
    .
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Blogger Tricks

    Islamic Calendar

    Followers

      Postingan Populer


    Recent Comments